Lewati ke konten
Kora Charcoal

Blog

Kemasan briket, muatan kontainer, dan dokumen ekspor: panduan

· Oleh PT Kora Prima Abadi · 3 menit baca

Briketnya sendiri baru setengah dari sebuah impor. Setengah lainnya adalah cara mengemasnya, seberapa banyak yang muat di kontainer, dokumen apa yang menyertainya, dan aturan apa yang berlaku di jalur laut. Pembeli yang mengurus hal-hal ini belakangan biasanya membayarnya dengan keterlambatan di pelabuhan. Daftar periksa kemasan briket ini menyusun pertanyaan kemasan dan dokumen sesuai urutan Anda menemuinya, memakai yang dicantumkan Kora dan menandai apa yang harus Anda pastikan sendiri.

Langkah 1. Tentukan kemasan briket

Untuk briket, Kora mencantumkan inner 1 kg dan master karton 10 kg. Untuk arang bongkah, Kora mencantumkan jumbo bag. Itu format awalnya. Putuskan sejak dini:

  • apakah inner dijual apa adanya, atau dikemas ulang dengan merek Anda;
  • apakah pasar Anda menginginkan karton bercetak, dan siapa yang membuat serta menyetujui desainnya;
  • bagaimana karton ditumpuk dan dilindungi dari lembap selama pelayaran.

Kora menyebut kemasan private label tersedia; minimum pesanan dan waktu kerjanya tidak dicantumkan, jadi tanyakan.

Langkah 2. Hitung muatan

Kora mencantumkan sekitar 18 MT per kontainer 20 kaki untuk briket dan sekitar 13 MT per kontainer 20 kaki untuk arang bongkah dalam jumbo bag. Dengan hitungan sederhana, 18 MT briket dalam master karton 10 kg kira-kira 1.800 karton. Pakai itu hanya sebagai pegangan: jumlah sebenarnya bergantung pada bentuk, ukuran karton, dan cara kontainer dimuat. Minta angka muatan untuk bentuk dan kemasan briket Anda, lalu tuliskan di penawaran.

Langkah 3. Periksa syarat dagang

Kora menyebut FOB atau CIF pelabuhan Indonesia. Cara bayar yang disebut adalah L/C at sight, transfer telegrafis, dan pembayaran escrow, serta dokumen melawan pembayaran untuk pembeli mapan. Pelabuhan muat, minimum pesanan, dan waktu kirim disepakati saat penawaran, tidak dicetak. Pastikan penawaran Anda menyebut ketiganya.

Langkah 4. Daftar dokumen

Kora menyatakan lima dokumen pada tiap pengiriman:

  1. Certificate of analysis (COA): nilai terukur lot itu.
  2. Phytosanitary certificate: dokumen kesehatan tumbuhan yang diminta sebagian negara tujuan.
  3. Certificate of origin: dipakai bea cukai dan untuk perlakuan tarif bila berlaku.
  4. Packing list: isi tiap karton atau karung.
  5. Bill of lading: dokumen angkutan.

Tanyakan kepada pengurus kepabeanan Anda dokumen mana yang diwajibkan otoritas di negara Anda, dan apakah ada tambahan, misalnya bentuk tertentu dari certificate of origin. Syaratnya ditetapkan negara tujuan, bukan pemasok.

Langkah 5. Pastikan dua hal yang tidak dinyatakan Kora

Halaman produk Kora tidak menyatakan keduanya, jadi selesaikan dengan forwarder sebelum memesan kapal:

  • Aturan barang berbahaya. Arang dapat masuk aturan barang berbahaya untuk angkutan laut, dan menurut sumber sekunder aturan itu diperbarui beberapa tahun terakhir. Tanyakan ke forwarder atau pelayaran apakah kargo Anda tergolong demikian, dokumen dan deklarasi apa yang menyertai, dan apakah ada uji atau perlakuan tambahan sebelum muat.
  • Klasifikasi bea. Kora mencetak satu kode HS di halamannya. Klasifikasi arang bongkah dan briket bisa berbeda antar sistem kepabeanan. Pastikan kode yang berlaku untuk kargo dan negara tujuan Anda.

Langkah 6. Sepakati apa yang terjadi bila ada masalah

Tuliskan di kontrak:

  • angka yang harus dipenuhi kiriman, beserta metode dan dasar ukurnya;
  • siapa yang menguji, dan pada sampel yang mana;
  • penyelesaian bila lot meleset: penggantian, penyesuaian harga, atau penolakan;
  • batas waktu klaim setelah barang tiba.

Tabel ringkas

Pertanyaan Sumber jawabannya
Inner dan master karton Kora (1 kg dan 10 kg)
Muatan per kontainer 20 kaki Kora (sekitar 18 MT briket, sekitar 13 MT bongkah); pastikan untuk kemasan Anda
Incoterm dan pembayaran Kora menyebut pilihan; diputuskan saat penawaran
Dokumen Kora menyebut lima; pengurus kepabeanan Anda memastikan kebutuhan negara Anda
Barang berbahaya dan kode HS Forwarder dan pengurus kepabeanan Anda

Kirim tujuan dan kemasan Anda

Pesan yang paling berguna berisi pelabuhan tujuan, bentuk, kemasan yang Anda mau, dan volume per bulan. Masukkan ke permintaan di halaman kontak, atau mulai dari halaman arang bongkah bila Anda membeli arang, bukan briket. Kami membalas dalam dua hari kerja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa karton 10 kg briket kelapa yang muat di kontainer 20 kaki?

Kora menyebut sekitar 18 MT briket per kontainer 20 kaki, kira-kira 1.800 master karton 10 kg. Anggap itu perkiraan saja. Jumlah sebenarnya bergantung pada bentuk, ukuran karton, dan cara muat, jadi minta angka untuk kemasan Anda.

Bisakah saya memesan briket kelapa dengan merek sendiri dari Kora?

Kora menyebut kemasan private label tersedia, tetapi minimum pesanan dan waktu kerjanya belum dicantumkan. Kirim rencana kemasan, desain, dan volume bulanan Anda lewat formulir inquiry atau WhatsApp, lalu tanyakan keduanya ke sales.

Dokumen ekspor apa saja yang menyertai kiriman arang Kora?

Kora menyebut lima: certificate of analysis, phytosanitary certificate, certificate of origin, packing list, dan bill of lading. Broker bea Anda yang memastikan mana yang diminta otoritas negara tujuan, dan apakah ada tambahan lain.

Apakah arang kelapa termasuk barang berbahaya untuk angkutan laut?

Halaman Kora tidak menyebutnya. Arang bisa masuk aturan barang berbahaya untuk angkutan laut, dan sumber sekunder menyebut aturan itu diperbarui beberapa tahun terakhir. Tanyakan klasifikasi dan deklarasinya ke forwarder atau pelayaran sebelum memesan kapal, begitu juga kode bea.

Bagikan: WhatsApp LinkedIn Email